Pengertian Tembung Entar :: Contoh Tembung Entar

Pengertian Tembung Entar :: Contoh Tembung Entar

08.12 0

Pengertian Tembung Entar

Jika kemarin kami admin Dunia Perpustakaan telah memposting Tembung Saroja , Tembung Garba , Kerata Basa.
Kata entar berarti  „pinjaman,  bukan  arti  sebenarnya‟. Tembung entar berarti „kata  pinjaman  atau  kata  yang  tidak  dapat  diartikan  dengan  arti  yang sebenarnya‟.

Contoh Tembung Entar

Tuladha :
Risang  pinanganten putri dhahar  sekul  punar  sarwa lawuh  ati  antep”. „Sang pengantin putri makan nasi kuning dengan disertai hati yang  mantap‟. Lawuh „lauk‟, ati„hati‟, antep„mantap‟
tidak  dapat  diartikan dengan lauk  hati  yang  mantap, tetapi lawuh  ati  antep memiliki makna „disertai hati yang mantap‟.

http://www.daftarpustaka.web.id/2016/07/pengertian-tembung-entar-contoh-tembung.html

Contoh Tmbung Entar Lain

1. adol ayu = ngêndêlake ayuné
2. adol bagús = ngêndêlaké bagusé
3. adol gawé = ngatonake pênggawéyané
4. adol kringêt = nyambut gawé
5. adol kwanèn = ngêndêlake kwanèné
6. adol krungon = golèk golèk warta/kabar
7. adol séndhé = adol barang mênyang gadhèn
8. adol umbag/umuk = akèh omongé, ning ora ana nyatané
9. jêmbar sêgarané = sugih pangapura; sabar
10. jêro kawruhé = akèh ngilmuné; pintêr

Demikian sedikit artikel tentang Pengrtian Tembung Entar dan Contoh Tmbung Entar yang mampu kami rangkum, semoga bermanfaat. Terima kasih.

Pengertian Kerata Basa :: Contoh Kerata Basa

Pengertian Kerata Basa :: Contoh Kerata Basa

07.50 1

Pengertian Kerata Basa

Untuk kali ini admin Dunia Perpustakaan akan mengulas tentang Kerata Basa , jika kemarin sudah kami muat tentang Tembung Saroja , Tembung Garba , mari kita simak materi berikut.
 Kerata Basa , Contoh Kerata Basa

Kerata memiliki  makna  „arti  kata  menurut  penjabaran  suku  katanya‟. Kerata  basa berarti  bahasa  atau  kata  yang dikerata,  yaitu  diartikan  dengan  cara menjabarkan suku kata atau pengucapan kata tersebut. Kerata basasering disebut dengan othak-athik mathuk, yaitu kata yang diotak-atik supaya menjadi ungkapan yang tepat bunyinya. Kerata basa juga disebut dengan
jarwa dhosok, artinya „kata yang  dijabarkan  atau  diartikan  sesuai  kesenangan.

Contoh Kerata Basa

Tuladha
Tegese pisang sawega hanampi  gesang,  risang  pinanganten  kakung  sawega nampi  gesangipun
risang   pinanganten putri”, „Pisang  berarti  bersedia  menerima  hidup,  sang pengantin  laki-laki bersedia menerima hidup sang pengantin perempuan‟. Kata pisang„pisang‟ dikerata atau  diartikan  menjadi hanampi  gesang„menerima hidup‟.

Contoh Krata Basa Lain

1. Kaji: Tekade mung siji (Penjelasan: Orang naik haji tentu saja dengan tekad yang satu, menjalankan rukun Islam yang ke lima)
2. Kodhok: Teka-teka ndhodhok (Penjelasan: Kodhok biarpun berdiri dalam penglihatan manusia pasti jongkok. Habis melompat, ya langsung jongkok
3.Krikil: Keri ing sikil (Penjelasan: Coba saja jalan di krikil, apalagi bagi yang tidak pernah bertelanjang kaki. Pasti terasa geli mengarah ke sakit pada telapak kaki)
4..Kuping: Kaku njepiping (Penjelasan: Ya seperti itulah kuping. Mohon maaf saya tidak bisa mengindonesiakan “njepiping”)
5. Kupluk: Kaku nyempluk (Penjelasan: Kupluk adalah songkok)
6. Kursi: Yen diungkurake banjur isi (Penjelasan: Kalau didorong ke belakang lalu isi). maksudnya lalu diduduki

Demikian sedikit ulasan tentang Pengertian Kerata Basa dan Contoh Kerata Basa yang mampu kami rangkum , semoga bermanfaat . Terima kasih

Pengertian Tembung Garba :: Contoh Tembuang Garba

Pengertian Tembung Garba :: Contoh Tembuang Garba

07.26 2

Pengertian Tembung Garba

Kali ini admin Dunia Perpustakaan akan membahas Pengertian Tembung Garba yang mungkin kemarin telah kita bahas Pengertian Tembung Saroja dan Contoh Tembung Saroja.
Pengertian Tembung Garba - Kata garba memiliki arti „rangkaian‟. Tembung garba berarti „kata-kata yang dirangkai menjadi satu atau kata yang tersusun dari dua kata atau lebih yang disatukan‟.Tembung garba sering  disebut dengan sandi. Tembung garba biasa dijumpai dalam karya sastra yang berbentuk tembang.
Tembung Garba , Contoh Tembung Garba , Pengertian Tembung Garba
Ketika dalam cakepan atau lirik tembang mengalami kelebihan suku kata atau guru wilangan, pencipta dapat mengurangi suku kata dalam larik tembang tersebut dengan menggabungkan dua
kata atau lebih, sehingga jumlah guru wilangan menjadi sesuai dengan aturannya. Tembung garba
juga  dapat  ditemui  dalam tuturan panyandra yang  sarat  akan unsur susastra.

Contoh Tembung Garba

Tuladha Contoh Tembung Garba
 Para tamu ingkang minulyeng budi, kawuningana bilih adicara  panggihing  risang  pinanganten  tumuli  badhe  kawiwitan”. „Para  tamu yang dimuliakan budinya, ketahuilah bahwa acara pertemuan sang pengantin akan segera  dimulai‟.  Kata minulyeng berasal  dari mulya„mulia‟  +  {–in-}  +ing „dalam‟. Vokal  /a/  pada  akhir  kata  {minulya}bertemu  dengan  /i/  pada  awal  kata {ing},  berubah bunyi menjadi /ѐ/.  Penggabungan  kata  dalam  hal  ini  bukan  untuk mengurangi  atau  memendekkan  suku  kata  seperti  pada  lirik tembang,  namun dalam hal ini tujuannya adalah untuk memperindah kata, sehinggaterdengar lebih puitis.

Contoh Tembung Garba Lain

Contoh Tembung Garba
1. pengrasane suwargadi ‘perasaannya seperti sorga yang indah’    suwarga + adi
2. cipteng tyas wus tan susah ‘dan dalam hatinya tidak merasakan ikut menderita’    cipta + ing
3. sukeng tyas mangalembana ‘semua menyukai dan menyanjungnya’    suka + ing
4. prapteng mangke kang kalebu ing tulis ‘sampai sekarang yang tercatat’    prapta + ing
5. yeku tirunen prayoga ‘oleh itu tirulah yang pantas ditiru’    ya + iku
6. ingkang sampun prawireng ngayuda ‘yang sudah menjadi pahlawan perang’    prawira + ing
7. ingkang samya durakeng Widi ‘yang bersama-sama menderhakai Tuhan’    duraka + ing
8. tur enggone aneng suwargadi ‘dan lagi sorgalah tempatnya’    ana + ing
9. dadi kawuleng Hyang Suksma ‘menjadi hamba Tuhan’    kawula + ing
10. marma den prayitneng batin ‘oleh itu tanamkanlah rasa waspada di dalam hati’    prayitna + ing
11. den landhep graiteng budi ‘mesti tajam dalam memahami isi hati'    graita + ing
12. ngucap ngaku mengkurat kang murbeng ngalam ‘mengakui dirinya sebagai orang yang
 menguasai jagad raya’    murba + ing
13. patang prakeru yekti ‘turutilah empat perkara ini’    prakara + iku
14. paes kang tibeng sarik ‘melihat keindahan dunia yang akan mendatangkan kemalangan’    tiba + ing

Demikian sedikit ulasan , artikel tentang Pengertian Tembung Garba Dan Contoh Tembung Garba yang mampu kami rangkum , semoga bermanfaat . Terima kasih.
Pengertian Tembung Saroja :: Contoh Tembung Saroja

Pengertian Tembung Saroja :: Contoh Tembung Saroja

07.45 1

Pengertian Tembung Saroja Dan Contoh Tembung Saroja

Arti Tembung Saroja Secara Umum
Mungkin anda sudah membaca Pengertian Kasusastran Jawa mari kita simak Tembung Saroja berikut.
Saroja berarti „rangkap‟, sedangkan tembung saroja berarti „kata rangkap‟. Maksudnya dua kata  yang   artinya   sama   atau   hampir   sama dipakai secara bersamaan. Misalnya “Mugi pepanggihan ing ri kalenggahan siang punika tansah pinanggih rahayu  wilujeng nir  ing  sambekala”.„Semoga pertemuan pada siang hari  ini,  akan  menemui  keselamatan,  tidak  ada  halangan‟.  Kata rahayu dan wilujeng dalam  kalimat  tersebut  memiliki  arti  yang  sama  yaitu  „selamat, beruntung‟, dan dipakai secara bersamaan dalam satu kalimat.

Pengertian Tembung Saroja Menurut Ahli 

Pengertian Tembung Saroja Menurut (Padmosoekatjo, 1953: 24). Tembung Saroja arti harafiahnya ialah kata ganda, iaitu dua kata yang sama atau hampir sama maknanya yang lazimnya digunakan secara bersamaan. Misalnya kata wadya bala. Kata wadya = kawan, bala = kawan. Kemudian dua kata ini dipakai secara bersamaan menjadi kata wadya bala. Tembung saroja secara am bermakna sesuatu yang lumayan atau berlebih-lebihan. Misalnya tembung saroja bodho muda. Kata bodho = bodoh, muda = bodoh. Jika digabung menjadi bodo muda yang bererti sangat bodoh atau lumayan bodoh.
Contoh Tembung saroja , pengertian tembung saroja

Contoh Tembung Saroja

1. dene laku punika andhap asor dunungipun ‘laku itu letaknya dalam sopan-santun’
2. suprandene kena ing papa cintraka ‘masih lagi tetap merasakan kesengsaraan’
3. nora melu lara lapa ‘tidak ikut bersusah payah’
4. laku saba ing wanadri ‘pergi ke hutan belantara’
5. lir wong muruk sato kewan ‘seperti mengajar haiwan’
6. tata cara laku alam warna-warna ‘macam-macam kejadian yang berlaku di alam raya’
7. suba sita reringa wentarane dipunkesthi ‘sopan-santun dan berhati-hati’
Demikian sedikit artikel tentang Pengertian Tembung Saroja Dan Contoh Tembung Saroja yang mampu kami rangkum, semoga bermanfaat.

Pengertian Kasusastran Jawa

Pengertian Kasusastran Jawa

07.20 0

Pengertian Kasusastran Jawa Secara Umum

Untuk menambah wawasan kita mari kita bahas kasusastran jawa , jika kemarin admin Dunia Perpustakaan sempat membahas , Pengertian Parikan , Pengertian Geguritan , Pengertian Puisi , Pengertian Paribasan , Pengertian Bebasan , Pengertian Saloka , Pengertian Pepindhan mari kita simak materi ini.
Kasusastran berasal  dari  kata susastra yang  mendapat  awalan ka-dan akhiran -an.  Kata susastra berasal  dari  kata  dasar  sastra  yang  mendapat  awalan berupa  suku  kata su berarti „lebih, indah, baik‟. Pada awalnya sastra berarti alat untuk   mengajar,   tetapi   kemudian   maksud,   arti,   dan   fungsinya   berkembang menjadi  tulisan  yang  digunakan  sebagai  sarana  untuk  mengajar.  Tulisan  yang dimaksud  adalah  semua  tulisan  yang  terlahir  dari  akal  dan  budi  manusia  dalam
wujud  bahasa
http://www.daftarpustaka.web.id/2016/07/pengertian-kasusastran-jawa.html

Pengertian Kasusastran Menurut Ahli

1. Pengertian Menurut Ahli  (Poerwadarminta,  1939:547) Dalam  Baoesastra  Djawa sastra berarti serat, pengetahuan, tulisan, ilmu tentang tulis-menulis surat.
2. Pengertian Menurut Ahli Padmosoekotjo(1958:  8),mengartikan sastra sebagai  ajaran,  tulisan,
landasan,  aturan,  pengetahuan,  surat  yang  berisi  pengetahuan.Susastra adalah ajaran  yang  memiliki  kelebihan,  tulisan,  landasan  atau  aturan  yang  sangat  indah, pengetahuan yang indah, dan bahasa yang indah.
Jadi dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan Pengertian Kasusastran Menurut Ahli adalah pengetahuan yang indah, hasil budi yang indah, karena diwujudkan dalam bentuk bahasa yang
indah pula.   

Demikian sedikit artikel tentang Pengertian Kasusastran Jawa yang mampu kami rangkum, semoga bermanfaat . Terima kasih.

Sejarah Wali Songo Di Indonesia

08.26 1

Sejarah Wali Songo Sebagai Saluran Islamisasi Di Indonesia

Sejarah Wali Songo Di Indonesia - Jika kemarin admin Dunia Perpustakaan telah menulis tentang Daftar Kerajaan Islam Di Indonesia, Sejarah Perkembangan Islam Di Indonesia , Sejarah Penyebaran Islam .
Mari kita baca artikel ini Sejarah Wali Songo di Indonesia. Walisongo atau Walisanga dikenal sebagai penyebar agama Islam di tanah Jawa pada abad ke 14. Mereka tinggal di tiga wilayah penting pantai utara Pulau Jawa, yaitu Surabaya-Gresik-Lamongan-Tuban di Jawa Timur, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, dan Cirebon di Jawa Barat.
Agama Islam tumbuh dan berkembang di Nusantara karena peran  para  pedagang  dan  Tasawuf.  Tasawuf  adalah salah  satu ajaran  dalam  agama  islam.  Ahli  Tasawuf  menyuruh  pengikutnya
lebih  dekat  pada  kegiatan  ibadah  daripada  materi.  Awal  kegiatan penyebaran  agama  islam  di  lakukan  oleh para  pedagang  yang  di nusantara, pedagang dari Arab, Gujarat, Persia datang ke nusantara sambil menyebarkan agama. pada tahap berikutnya agama islam di sebarkan  oleh  di  pesantren  oleh  para  mubaligh.  Beberapa  tokoh islam juga menyebarkan agama melalui seni
seperti arsitektur, seni pahat, seni ukir, seni tari, seni pertunjukan wayang kulit, dll.
http://www.daftarpustaka.web.id/2016/07/sejarah-wali-songo-di-indonesia.html

Daftar Nama Sejarah Wali Songo Yang Terkenal Di Indonesia

Sejarah Wali Songo Di Indonesia
1. Maulana Malik Ibrahim
Beliau  keturunan  Arab,  berasal  dari  Turki.  Datang  ke  Jawa Timur tahun 1379, meninggal
tahun 1419, dan dimakamkan di Gresik.  Selain  menguasai  ilmu-ilmu  agama  secara  mendalam
dan sempurna, Maulana Malik Ibrahim juga ahli dalam bidang tata  negara.  Penyebaran  Islam  secara  halus,  tidak  menentang adat istiadat penduduk asli yang masih memeluk agama Hindu ataupun  Buddha.  Beliau  melakukan  dakwah  di  Pulau  Jawa bagian timur.
2. Sunan Ampel
Sunan  Ampel  berasal  dari  Jeumpa,  Aceh,  dengan  nama  kecil Raden  Ahmad  Ali  Rahmatullah  atau  lebih  dikenal  dengan Raden  Rahmat.  Beliau  datang  ke  Jawa  pada  tahun  1421  M,
menggantikan Maulana Malik Ibrahim  yang wafat tahun 1419 M.  Beliau  mendirikan  pesantren  di  Ampel  Denta,  Surabaya. Sunan Ampel dimakamkan di Ampel Surabaya.
3. Sunan Drajad
Sunan  Drajad  adalah  putra  Sunan  Ampel,  lahir  di  Surabaya, dengan  nama  kecil  Raden Qosim.  Beliau  pencipta  Gending Pangkur,   dan   penyebar   Islam   yang   berjiwa   sosial   dan dermawan. Sunan Drajad dimakamkan di daerah Lamongan.
4.Sunan Bonang
Sunan  Bonang  adalah  putra  Sunan  Ampel,  lahir  di  Surabaya tahun   1465,   dengan   nama   kecil   Raden   Makdum.   Sunan Bonang  wafat  tahun  1525,  dimakamkan  di  Tuban.  Beliau
pencipta Gending Durma.
5. Sunan Giri
Syekh  Maulana  Ainul  Yakin,  dengan  nama  kecilnya  Raden Paku, adalah putra Syekh Maulana
Ishak yang mendirikan pesantren  di  Giri,  sehingga  lebih  populer  dengan
sebutanSunan  Giri.  Sunan  Giri  menyebarkan  agama  Islam tidak  hanya  di  Jawa,  tetapi  juga  ke  pulau-pulau  sekitar  Jawa Timur,  bahkan  sampai  Maluku.  Sunan  Giri  adalah  pencipta Gending  Asmaradana  dan  Gending  Pucung.  Beliau  pencipta permainan   anak-anak yang   berjiwa   Islam,   seperti   Ilir-ilir, Jamuran, dan Cublak-cublak Suweng.
6. Sunan Kalijaga
Nama kecilnya Raden Mas Syahid. Beliau lahir di Tuban, Jawa Timur,  sebagai    putra  Tumenggung  Sahur  Wilatikta,  Adipati Tuban.    Beliau    adalah    seorang    wali,    mubalig,    pejuang, pujangga,  dan  filsuf  yang  berjiwa  besar.  Beliau  menyiarkan agama    Islam    melalui    cerita    wayang.    Sunan    Kalijaga dimakamkan di Kadilangu, dekat Demak.
7. Sunan Kudus
Nama kecil Sunan Kudus adalah Sayyid Ja’far Shodiq, berasal dari  Palestina.  Beliau  datang  ke  Jawa  pada  tahun  1436  M. Daerah   penyebaran   Islam   di   pesisir   Jawa   Tengah.   Beliau
seorang  pujangga,  pandai  mengarang,  pencipta  Gending  Mas Kumambang dan Gending Mijil. Pernah jadi Senapati Kerajaan Islam Demak.
8. Sunan Muria
Sunan  Muria  adalah  putra Sunan  Kalijaga,  dengan nama  kecil Raden  Umar  Said.  Beliau  ikut  mendirikan  Masjid  Demak  dan ikut   membantu   berdirinya   Kerajaan   Islam   Demak.   Beliau
menciptakan   Gending   Sinom   dan   Gending   Kinanti   untuk kepentingan dakwah. Beliau wafat dan dimakamkan di puncak Gunung Muria.
9. Sunan Gunung Jati
Syarif  Hidayatullah  atau  lebih  popular  dengan  sebutan  Sunan Gunung Jati, berasal dari Palestina. Datang ke Pulau Jawa pada tahun 1436 M. Beliau mempunyai nama sangat banyak, antara lain Fatahilah, Muhammad Nurudin, Faletehan, Syah Nurullah, Makhdum Jati,dan Makhdum    Rakhmatullah.Beliau mendirikan Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon. Sunan  Gunung Jati wafat dan dimakamkan di Gunung Jati Cirebon

Daftar Wali Yang Terkenal Selain Wali Songo 

Selain     Walisanga     yang     mempunyai     pengaruh     luas,  masyarakat  mengenal  pula beberapa  wali  lokal  yang hanya  terkenal ditempatnya. Berikut nama beberapa wali tersebut :
(1)Syekh Siti Jenar atau Syekh Lemah Abang di Demak.
(2)Sunan   Tembayat   dari   daerah   Bayat,   Klaten   yamg   semula
menjabat Bupati di Semarang dengan nama Ki Pandanarang.
(3)Sunan Geseng yang dimakamkan di magelang.
(4)Sunan  Pangggung  yang  merupakan  putra  Sunan  Bonang  yang
menyiarkan Agama di Tegal.
(5)Syekh  abdul  Muhyi  yang  daerah  penyebarannya  agamanya  di daerah Tasikmalaya.
(6)Syakh   Abdurrauf  Al   Fanhury  daerah  penyebarannya  adalah Aceh.
(7)Syekh Yusuf daerah persebaranya adalah di Banten.
(8)Syekh Burhanuddin di Ulakan Minangkabau.

Demikian sedikit artikel tentang Sejarah Wali Songo Di Indonesia yang mampu kami rangkum , semoga bermanfaat . Terima kasih.

Sejarah Perkembangan Islam Di Indonesia

07.45 0

Sejarah Perkembangan Munculnya Agama Islam

Kali ini admin akan mengulas sedikit Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia , jika kemarin Dunia Perpustakaan telah memposting Daftar Kerajaan Islam di Indonesia dan Wali Songo.
Kehidupan bangsa Arab sebelum masuknya agama islam di sebut  dengan  masa  kebodohan  atau  Jahililah.  Kehidupan  apada masa itu tidak menentu.Pada tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Gajah
bertepatan  demngan  tanggal  12  Rabiul  Awal  Tahun  571  M,  nabi Muhamad  SAW  lahir  dari  seorang  ibu  bernama  Aiti  Aminah  dan Ayah bernama Abdullah Abdul Multhalib keterunan suku Quraisy. Suku  Quraisy  adalah  suku  terhormat yang  mendapat  kepercayaan untuk menjaga dan memelihara kabbah, yakni suatu bangunan suci berbentuk kubus yang terletak di masjidil Haram, Mekah. Nabi  Muhamad  SAW  mendapat  julukan  Al-amin  (  orang yang  dapat  di  percaya).  Nabi  Muhammad  SAW  menerima  wahyu melalui  maliakat  jibril  di  Gua  Hira.  Agama  Islam  di  sampaikan oleh   nabi   Muhammad   SAW   pada   abad   7   Masehi.   Proses pernyebaran   agama   islam   di   mulai   Mekkah,   Madinah,   dan sekitarnya.   Penyiaran   agama   islam   juga  diteruskan   oleh   para sahabat  nabi,  wali,  ulama,  dan  tokoh  pejuang  lainnya  sehingga
akhirnya  tersebar  di  Eropa,  Afrika,  India,  Cina,  dan  termasuk Indonesia.
http://www.daftarpustaka.web.id/2016/07/sejarah-perkembangan-islam-di-indonesia.html

Proses Sejarah Perkembangan Agama Islam Di Indonesia

Proses   masuknya  dan   berkembangnya   islam  tidak   jauh berbeda  dengan  proses  masuk  dan  berkembangnya  kebudayaan Hindu  Budha,  yakni  melalui  pergaulan  antar  para  pedagang  dan
penduduk    setempat.    Pergaulan    antar    bangsa    yang    saling memperkenalkan  adat  istiadat,  budaya,  bahkan  agama  sehingga mendorong  perkembangan   islam  ke  Indonesia.  Para  Pedagang
islam    dari    Gujarat,    Persia,    Arab    memanfaatkan    kegiatan perdagangan  untuk menyebarkan  agama  islam.  Agama  islam  di perkirakan   masuk   pada   abad   ke   7,   kemudian   abad   ke   8,9 berkembangnya kebudayaan islam seperti kerajaan kerajaan islam.

Identifikasi Penyebaran Agama Islam Di Indonesia

Perkembangan   agama   islam   dilakukan   dengan   proses masuk  Agama  Islam  berkembang  di  Pulau  Jawa    berkembang secara  damai yang diterima melalui kalangan bawah.
Perkembangan  lebih  cepat  setelah  kerajaan  Sriwijaya  mengalami kemunduran  pada
sekitar  abad  ke-13  disusul  dengan  jatuhnya Malaka  ke  tangan  Portugis  pada  tahun  1511.  Pada  saat  itu  terjadi proses  perubahan  rute  pelayaran  yang  mendukung  perkembangan
ekonomi  perdagangan    di  Indonesia  yang  semakin  maju  sekaligus mendukung  Interaksi  antara
pedagang  islam  yang  singgah  dan interaksi dengan penduduk setempat.
Sekitar   abad   ke-16   hampir   sebagian   besar   masyarakat Indonesia  telah   memeluk  agama   islam.   Mereka   melaksanakan ajaran  agama  islam  secara  menyeluruh.  Berikut  beberapa  faktor
penyebab mudah berkembangnya agama islam :
a.Keruntuhan kerajaan Majapahit dan Sriwijaya
b.Persyaratan masuk islam mudah
c.Ajaran Islam yang sederhana dan mudah di mengerti.
d.Pelaksanaan keagamaan yang sederhana
e.Agama islam tidak mengenal kasta
f.Penyebaran agama islamdilakukan secara damai.
Penyebaran   agama   islam   di   Indonesia   dapat   melalui beberapa  aktivitas  yakni  melalui  beberapa  aktivitas,  yakni  melalui perdagangan, perkawinan, peranan wali/ulama, kesenian,
akulturasi,  dan  asimilasi  budaya,  serta  pendidikan. Secara umum dapat   dikatakan   bahwa   proses   penyebaran   Islam   di   Indonesia berlangsung     secara     damai. Ada beberapa
faktor     yang mempengaruhi  penyebaran  Islam  di  Indonesia  berlangsung  secara
damai, di antaranya;
a.Masyarakat Indonesia  sangat percaya  bahwa ada  kekuatan  yang mengendalikan  alam  beserta  seluruh  isinya,  di  luar  kekuatan yang ada pada diri manusia.
b.Para pedagang sebagai pembawa ajaran Islam ke Indonesia tidak pernah memaksa orang lain untuk memeluk agama Islam.
c.Masyarakat     Indonesia sangat mengutamakan kehidupan bermasyarakat  yang  tenang,  tenteram,  dan  damai.  Islam  dapat memberikan pedoman dalam membangun kehidupan
bermasyarakat  yang  penuh  keadilan,  tanpa  membedakan  status, suku, keyakinan, dan lain sebagainya.
d.Di   samping   itu,   masyarakat   Indonesia   percaya   bahwa ada kehidupan yang abadi setelah manusia meninggal dunia.
e.Masyarakat  Indonesia  adalah  masyarakat  yang  pathernalistik. Artinya,perilaku masyarakat  sangat bergantung  pada pimpinannya.

Demikian sedikit artikel tentang Sejarah Perkembangan Islam di Indonesia yang mampu kami rangkum, semoga bermanfaat . Terima kasih.

Pengertian Geografi :: Ruang Lingkup Geografi

Pengertian Geografi :: Ruang Lingkup Geografi

00.01 1

Pengertian Geografi Secara Umum Dan Menurut Ahli

Kali ini admin Dunia Perpustakaan akan membahas pelajaran IPA khususnya Pengertian Geografi secara umum dan pengertian geografi menurut ahli .
Pengertian Geografi Secara Umum adalah Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang lokasi serta persamaan, dan perbedaan (variasi) keruangan atas fenomena fisik, dan manusia di atas permukaan bumi. Kata geografi berasal dari Bahasa Yunani yaitu gêo ("Bumi"), dan graphein ("tulisan", atau "menjelaskan"). (wikipedia)
 Pengertian geografi menurut ahli Nursid Sumaatmadja, Geografi adalah  ilmu  yang  mempelajari  persamaan  dan  perbedaan  geosfer  dengan pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan.
http://www.daftarpustaka.web.id/2016/07/pengertian-geografi-ruang-lingkup.html

Pendekatan Geografi 

Menurut Bintarto dan Surastopo Hadisumarno ada beberapa pendekataan geografi antara lain :
1. Pendekatan Keruangan
Pendekatan ini mempelajari perbedaan lokasi  mengenai sifat-sifat penting.  Dalam  analisa  keruangan  ini  yang  harus  diperhatikan  adalah penyebaran  penggunaan  ruang  yang  ada,  dan  penyediaan  ruang  yang akan digunakan  untuk  pelbagai  kegunaan  yang  dirancangkan.
Dalam analisa  keruangan  ini  dapat  dikumpulkan  data  lokasi  yang  terdiri  dari
data   titik   (point   data)   dan   data   bidang   (areal   data).   Data   titik digolongkan  menjadi
data  ketinggian  tempat,  data  sampel  batuan,  data sampel tanah dan sebagainya. Data bidang
digolongkan menjadi data luas -alang,dan sebagainya.
2. Pendekatan Kelingkungan
Studi    mengenai    interaksi    antara    organisme    hidup    dengan lingkungan  disebut  ekologi.  Oleh  karena  itu  untuk  mempelajari  ekologi seseorang  harus  mempelajari  organism  hidup,  seperti  manusia,  hewan dan   tumbuhan   serta   lingkungannnya   seperti   hidrosfer,   litosfer,   dan
atmosfer.  Selain  itu  organisme  hidup  dapat  pula  mengadakan  interaksi
dengan organisme hidup yang lain. Pendekatan  ekologi  ini  manusia  tidak  hanya  tertarik  kepada  tanggapan dan   penyesuaian   terhadap   lingkungan   fisikalnya   tetapi   juga   tertarik kepada interaksinya dengan manusia lain yaitu ruang sosialnya.
3.Pendekatan Komplek Wilayah
Kombinasi  antara  analisa  keruangan  dan  analisa  ekologi  disebut komplek  wilayah.  Pada  analisa  sedemikian  ini  wilayah-wilayah  tertentu didekati  atau  dihampiri  dengan  pengertian
areal  differentiation,  yaitu suatu  anggapan  bahwa  interaksi  antar  wilayah  akan  berkembang  karena pada hakekatnya suatu wilayah berbeda dengan wilayah lain, oleh karena terdapat  permintaan  dan  penawaran  antar  wilayah  tersebut.  Pada  analisa sedemikian    diperhatikan  pula  mengenai  penyebaran  fenomena  tertentu (analisa    keruangan)dan    interaksi    antar    variabel    manusia    dan lingkungannya untuk kemudian dipelajari kaitannya (analisa ekologi)

Ruang Lingkup Geografi

Ruang Lingkup Geografi
Menurut Nursid Sumaatmadja Geografi   juga   mempunyai   ruang   lingkup   yang   memberikan
karakteristik   khusus   terhadap   pembelajaran   geografi.   Ruang   lingkup geografi tersebut diantaranya:
a.Alam   lingkungan   yang   menjadi   sumber   daya   bagi   kehidupan
manusia.
b.Penyebaran umat manusia dengan variasi kehidupannya.
c.Interaksi  keruangan  umat  manusia  dengan  alam  lingkungan  yang memberikan variasi terh
adap ciri khas tempat-tempat di permukaan
bumi.
d.Kesatuan   regional   yang   merupakan   perpaduan   matra   darat,
perairan, dan udara di atasnya.


Demikian sedikit ulasan tentang Pengertian Geografi Dan Ruang Lingkup Geografi yang mampu kami rangkum untuk pelajaran siswa kelas VII , VIII , IX , XI , XII.
Semoga bermanfaat, terima kasih.